GUGUS PELINDUNG
Dalam kimia organic
sintesis ini akan dibahas bagaimana tahap-tahap mensintesis suatu senyawa
organic. Dimana yang dibahas yaitu bagaimana mekanisme reaksi pembentukan
senyawa-senyawa dan juga reagen-reagen yang digunakan dalam sintesis senyawa
tersebut. Mengapa perlu dilakukan sintesis?? Hal ini dikarenakan metabolit
sekunder dalam makhluk hidup relative rendah sedangkan kebutuhan akan
senyawa-senyawa organic semakin meningkat di berbagai bidang. Oleh karena itu
para ahli berinisiatif untuk menciptakan atau mensintesis senyawa yang mirip
atau bahkan sama fungsinya di laboratorium (in
vitro). Para ahli selalu melakukan inovasi baru untuk mendapatkan senyawa
organic secara maksimal dengan cara yang lebih efisien melalui sintesis.
Dalam
sintesis masalah kemoselektivitas seringkali ditemukan. Misalkan, molekul yang
akan direaksikan mengandung dua gugus fungsi yang reaktif padahal kita hanya
menginginkan salah satu dari kedua gugus fungsi tersebut yang bereaksi. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah
dengan menggunakan gugus pelindung. Caranya yaitu gugus pelindung akan
melindungi sementara gugus fungsi yang reaktif tadi dengan cara mengubahnya
menjadi gugus fungsi baru yang tidak akan mengganggu transformasi yang
diinginkan (Hardjono dan harno, 2009).
Apa sih gugus pelindung ??
Gugus pelindung atau gugus proteksi adalah suatu gugus
fungsional yang digunakan untuk melindungi
gugus tertentu supaya tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau pelarut selama proses sintesis
kimia berlangsung. Gugus pelindung
tersebut ditambahkan ke dalam molekul melalui modifikasi kimia pada suatu gugus
fungsi untuk mencapai kemoselektivitas pada reaksi kimia selanjutnya. Gugus ini memainkan peranan penting
dalam sintesis organik
multitahap.
Bagaimana memilih
gugus pelindung :
1. Mudah dimasukan dan dihilangkan.
2. Tahan terhadap reagen yang akan menyerang
gugus fungsional yang tidak terlindungi.
3. Stabil dan hanya bereaksi dengan pereaksi
khusus untuk mengembalikan gugus fungsi aslinya.
4. Gugus pelindung seharusnya tidak mengganggu
reaksi yang dilakukan sebelum dihapus.
1.
Reagen yang digunakan
harus bereaksi secara selektif, dengan energy konformasi yang kecil supaya
dapat menghasilkan rendemen yang besar, sehingga zat yang terlindungi
terlindungi secara stabil selama proses perlindungan.
2.
Gugus pelindung harus
bisa dihilangkan oleh reagen deproteksi agar tidak merusak hasil reaksi.
Deproteksi adalah penghilangan atau reduksi gugus pelindung
menjadi gugus fungsi awal yang dilindungi. Penghilangan gugus pelindung dapat
terjadi karena:
o
Solvolisis dasar
Penguraian oleh pelarut
o
contoh: Hidrolisis,
Alkoholisis
o
Hidrogenolisis
o
Logam berat
o
Ion fluoride
o
Fotolitik
o
Asam / basa
o
Elektrolisis
o
Eliminasi reduktif
o
β – eliminasi
o
Oksidasi
o
Substitusi
nukleofilik
o
Katalisis logam
transisi
o
Enzim
3.
Tidak mempunyai gugus
fungsi yang lain.
Berikut beberapa macam gugus pelindung yang tersedia
untuk semua gugus fungsional ditampilkan pada tabel dibawah ini :
|
Gugus
|
Gugus pelindung (GP)
|
Penambahan
|
Penghilangan
|
Ketahanan GP
|
GP
reaktif terhadap
|
|
Amina
|
Amida
|
|
|
|
|
|
RNH2
|
RNHCOR’
|
R’OCCl
|
|
elektrofil
|
|
|
|
Uretan
|
|
|
|
|
|
|
RNHCO.OR’
|
R’OCOCl
|
H2
/katalis
atau
HBr
|
elektrofil
|
Basa,
nukleofil
|
|
|
RNHCOOBu-t
|
t-BuOCOCl
|
H+
|
elektrofil
|
Basa,
nukleofil
|
|
|
flalimida
|
Anhidrida
ftalat
|
NH2NH2
|
elektrofil
|
Basa,
nukleofil
|
|
Tiol
|
|
|
|
|
|
|
RSH
|
AcSR
|
AcCl
/ basa
|
|
elektrofil
|
oksidasi
|
|
Gugus
|
Gugus pelindung (GP)
|
Penambahan
|
Penghilangan
|
Ketahanan GP
|
GP
reaktif terhadap
|
|
Aldehid
|
Asetal
|
|
|
|
|
|
RCHO
|
RCH(OR’)2
|
R’OH,
H+
|
H+/
H2O
|
Nukleofil,
basa, reduktor
|
Elektrofil,
oksidator
|
|
Keton
|
Asetal
(ketal)
|
|
|
|
|
|
RCOR
|
R2C(OR’)2
|
R’OH,
H+
|
H+/
H2O
|
Nukleofil,
basa, reduktor
|
Elektrofil,
oksidator
|
|
Asam
|
Ester
|
|
|
|
|
|
RCO2H
|
RCO2Me
|
CH2N2
|
H2/katalis
Pd/C
|
Basa lemah, elektrofil
|
Basa kuat, nukleofil, reduktor
|
|
|
RCO2Et
|
EtOH/H+
|
|
Basa lemah, elektrofil
|
Basa kuat, nukleofil, reduktor
|
|
|
RCO2CH2Ph
|
PhCH2OH/H+
|
H2/katalis,
atau
HBr
|
Basa lemah, elektrofil
|
Basa kuat, nukleofil, reduktor
|
|
|
RCO2Bu-t
|
H+/t-BuOH
|
H+
|
Basa lemah, elektrofil
|
Basa kuat, nukleofil, reduktor
|
|
|
RCO2CH2CCl3
|
Cl3CCH2OH
|
Zn.MeOH
|
Basa lemah, elektrofil
|
Basa kuat, nukleofil, reduktor
|
|
|
RCO2
--
|
basa
|
asam
|
nukleofil
|
elektrofil
|
|
Alkohol
|
Eter
|
|
|
|
|
|
ROH
|
ROCH2Ph
|
PhCH2Br
/ basa
|
H2/katalis,
atau
HBr
|
Basa/oksidasi, elektrofil
|
HX nukleofil
|
|
|
Asetal
|
|
|
|
|
|
|
THP
|
DHP
|
H+/
H2O
|
Basa
|
asam
|
|
|
MEM
|
ROCH2O(CH2)OMe
|
ZnBr2
|
Basa
|
asam
|
|
|
Ester
|
|
|
|
|
|
|
RCO2R’
|
R’COCl
/piridin
|
NH3,
MeOH
|
Basa/oksidasi, elektrofil
|
nukleofil
|
|
Fenol
|
eter
|
|
|
|
|
|
ArOH
|
ArOMe
|
Me2SO4
K2CO3
|
HI, HBr
atau BBr3
|
Basa, elektrofil lemah
|
Serangan elektrofil ke cincin
|
|
|
Asetal
|
|
|
|
|
|
|
ArOCH2OMe
|
MeOCH3Cl
/ basa
|
HOAc, H2O
|
Basa, elektrofil lemah
|
Serangan elektrofil ke cincin
|
1.
Sintesis
alkohol dari ketoester
Senyawa ketoester
(1) mengandung dua gugus karbonil yang berbeda kereaktifannya. Gugus karbonil
keton kereaktifannya lebih tinggi dibandingkan karbonil ester, karenanya jika
senyawa tersebut direduksi akan menghasilkan alkohol (2) bukan alkohol (3). Untuk mereduksi ester menjadi alkohol, lazimnya
digunakan LiAlH4 dan NaBH4 sebagai reduktor. Namun produk yang dihasilkan masih dominan kearah alkohol
(2) karena faktor kereaktifan. Agar alkohol yang dihasilkan adalah alkohol (3),
gugus karbonil keton harus dilindungi dulu (misalnya diubah menjadi asetal).
Dalam sintesis (3), asetal mudah dibuat dan mudah
dihilangkan, keduanya dengan hasil yang baik, tahan reagen seperti basa,
nukleofil, dan agen pereduksi seperti LiAlH4.
2.
Metil
ester dihilangkan dengan basa
Contohnya
: LiOH dapat memecah gugus metil ester sedangkan gugus Boc (t-Butoxycarbonyl)
tetap utuh.
Gugus
MEM (Metoksi Etoksi Metil) dapat selektif dihilangkan dengan trimetilsilil
iodida dalam asetonitril tanpa mempengaruhi metil eter atau gugus ester.
Gugus Metoksi Metil
(MOM) adalah salah satu gugus yang baik untuk melindungi kelompok alkohol dan
fenol.
MOM eter dapat dibuat
dari alkohol atau fenol dengan MOMCl (metoksi metil klorida) atau MOMOAc
(metoksi metil asetat)
DAFTAR PUSTAKA
Sastrohamidjojo,
H dan D. Pranowo.2009. Sintesis Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.
Warren, Stuart. 1981.
Sintesis Organik Pendekatan Diskoneksi. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press
Warren, Stuart. 1983.
Periptaan Sintesis Organik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press







